ADHD, Penindasan dan Risiko Menjadi Pengganggu

Penindasan

Pengalaman sekolah dasar dan sekolah menengah jarang tanpa tekanan sosial dan tekanan akademis. Sejumlah ahli percaya bahwa intimidasi adalah sumber utama stres sekolah di antara anak-anak dari segala usia. Bullying dulunya dianggap sebagai ritus peralihan yang menjengkelkan tetapi tak terhindarkan, tetapi sekarang orang tua dan guru memahami bahwa hal itu dapat menimbulkan kerusakan emosional seumur hidup pada para korbannya. Meskipun tidak ada anak yang dibebaskan dari intimidasi, anak-anak yang dianggap berbeda berisiko lebih tinggi untuk menjadi korban. Untuk anak-anak dengan ADHD, intimidasi dapat memengaruhi mereka dengan dua cara. Keanehan dan kesulitan belajar mereka meningkatkan kemungkinan diintimidasi, tetapi penelitian saat ini menunjukkan bahwa anak-anak dengan ADHD memiliki potensi untuk menjadi pelaku intimidasi sendiri.

Siapa yang menjadi pengganggu?

Gambar stereotip dari agen bola terpercaya pelaku intimidasi adalah seorang anak laki-laki yang kelebihan berat badan yang menyiksa anak-anak yang lebih muda dan kurus. Namun, pelaku intimidasi datang dalam segala bentuk, ukuran, dan jenis kelamin. Sementara anak perempuan tidak seagresif dan sekeras anak laki-laki, mereka dapat menggunakan gosip, intimidasi online, dan pengasingan untuk menggertak perempuan lain. Menurut Pusat Sumber Pencegahan Kekerasan Pemuda Nasional Amerika Serikat, pelaku intimidasi cenderung:

Percaya diri dengan harga diri tinggi

Mudah marah, agresif secara fisik, dan menampilkan kecenderungan impulsif

Mudah frustrasi dan tidak sabar

Mengalami kesulitan akademis, tidak menyukai sekolah, dan mendapatkan lebih banyak masalah daripada rekan-rekan mereka

Beberapa pengganggu menghindar dari yang lain, tetapi banyak juga yang memiliki teman yang juga terlibat dalam perilaku dan kekerasan yang mengintimidasi

ADHD dan intimidasi

Sebuah studi baru-baru ini oleh para peneliti Swedia menemukan hubungan antara ADHD, pengganggu, dan korban bully. Para peneliti mengikuti 557 anak-anak kelas empat dari kotamadya di luar Stockholm selama setahun. Melalui wawancara dengan orang tua, guru, dan anak-anak itu sendiri, mereka menentukan mana yang memiliki gejala ADHD. Anak-anak ini kemudian dibawa ke ahli saraf untuk diagnosis. Menurut temuan, anak-anak dengan ADHD empat kali lebih mungkin menjadi penggertak, dan sepuluh kali lebih mungkin menjadi korban bully, bahkan sebelum mereka mengembangkan gejala-gejalanya. Para peneliti percaya bahwa intimidasi mungkin merupakan ekspresi dari ADHD, atau masalah perhatian yang mereka alami mungkin disebabkan oleh stres karena diintimidasi.

Sebelum studi Swedia diterbitkan, sebuah makalah dalam jurnal Ambulatory Pediatrics menunjukkan bahwa anak-anak yang didiagnosis dengan ADHD dan autisme lebih cenderung menjadi pengganggu daripada teman sebaya mereka.

Mencegah intimidasi

Penindasan masih menjadi masalah umum di banyak sekolah, dan sepertinya anak-anak dengan ADHD menghadapi beberapa keterbatasan yang menjadikan mereka sasaran pengganggu atau pengganggu itu sendiri. Walaupun minum obat tampaknya tidak meminimalkan perilaku bullying, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua dan guru untuk mencegah bullying.

Penindasan biasanya terjadi ketika tidak ada orang dewasa di sekitarnya. Beri tahu anak Anda untuk duduk di dekat orang lain saat makan siang atau tinggal di tempat-tempat ramai di aula. Jika seorang pengganggu mendekat, tinggalkan tempat kejadian dan pergi ke arah kerumunan, seorang guru, atau anak-anak yang lebih tua.

Bicaralah dengan seorang guru yang dapat membantu anak Anda. Guru harus menanggapi masalah dengan serius, mengawasi anak Anda, dan tetap rahasia tentang peran sebagai pelindung.

Ajari anak Anda bahasa tubuh yang percaya diri. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak lebih kecil kemungkinannya untuk digertak jika mereka tampak percaya diri dan tegas. Berdiri tegap, mengembangkan wajah poker, dan menanggapi pengganggu menggunakan suara tegas yang kuat dapat mengurangi kejadian bullying.

Leave a Reply

Your email address will not be published.